Kamis, 22 November 2012

INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT


(contoh kasus)

Kematian Penyakit Noninfeksi Meningkat

TENGGARARONG – Tantangan dan permasalahan kesehatan saat ini semakin besar, kompleks, dan bahkan tidak terduga. Tingginya angka penyakit infeksi dibarengi dengan bertambahnya kasus penyakit noninfeksi menjadikan beban ganda terhadap pembangunan kesehatan.
Mengatasi hal tersebut, perlu upaya serius dan terpadu semua pihak dengan memperhatikan dinamika kependudukan, epidemiologi penyakit, perubahan ekologi, ingkungan, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bahkan globalisasi. Demikian disampaikan Bupati Kukar Rita Widyasari yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Didi Ramyadi saat membuka Simposium Perhimpunan Dokter Spesialis Syaraf (Perdossi) Cabang Kaltim di Hotel Grand Elty Tenggarong, Minggu pagi (4/11).
Didi menjelaskan, yang tidak kalah penting adalah pelibatan dan pemberdayaan masyarakat  dalam setiap proses pembangunan kesehatan. Sehingga setiap individu dalam masyarakat dapat menjaga dan memelihara kesehatannya sendiri, keluarga, lingkungan serta masyarakat dan sekitarnya.
Perubahan gaya hidup dan kebiasaan masyarakat seperti kebiasaan merokok, pola makan, aktivitas fisik sehari–hari akan banyak berdampak pada pola penyakit yang terjadi pada masyarakat saat ini.
Berbagai beban ganda penyakit, sambung dia, masih menjadi permasalahan kesehatan yang harus dihadapi. Seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang masih mendominasi 10 besar penyakit. Namun diabetes dan stroke mulai masuk dalam peringkat 10 besar. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2007 menunjukkan peningkatan kasus penyakit noninfeksi dan penyebab kematian, terutama pada kasus kardiovaskular, diabetes, dan obesitas atau kegemukan.
Untuk itu, Didi berharap melalui simposium ini mampu membuka wawasan terhadap penyakit stroke, mulai gejala, penanganan, pencegahan, dan cara menjadi survivor pascastroke, sekaligus akan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi seluruh stakeholder dan masyarakat. Terutama penderita dan keluarga penderita stroke sehingga mereka dapat menjalani kehidupan normal kembali pascastroke.
Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua Perdossi Kaltim Sofyan Hasdam, Ketua IDI Kukar diwakili dr Adam dan sejumlah undangan lain. Sementara itu menurut ketua panitia Ibnoe Soedjarto, kegiatan ini diikuti 130 peserta yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, mahasiswa kedokteran se-Kaltim, dan dokter umum puskesmas se-Kukar.
Simposium yang mengusung tema “Keep Happy After Stroke” itu diselenggarakan Pordossi Kaltim bekerjasama IDI Cabang Tenggarong. Bertindak selaku narasumber dr Vera Nevada  (prevensi sekunder stroke terkini), dr Luthfi Widiastono (pelaksanaan fungsi luhur pascastroke), dan dr Handoyo Pujowidyanto  (rehabilitatif stroke akut dan pascastroke terkini). (hmp04)

Sumber : Kaltim Post Online

opini saya:

Memang di indonesia ke sadaran untuk keseheatan sangat lah kurang , apalagi kaum remaja . yang masih sekolah sudah mulai merokok , sex bebas dll . mereka semua sudah lupa akan penting nya gaya hidup sehat, jika mereka sudah terbiasa melakukan gaya hidup sehat . dengan begitu resiko kematian penyakit infeksi dan non infeksi bisa di minimalisir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar