Sabtu, 30 Maret 2013

Manusia Dan Kebudayaan



Banyak Budaya Indonesia Tidak Terdata


BOGOR (Pos Kota) – Banyaknya budaya nusantara tidak terdata, membuat negara lain dengan mudah mengklaim sebagai warisan budaya mereka.
Mencegah agar kedepan tidak terjadi lagi klaim budaya oleh negara lain, pusat pengembangan sumber daya manusia kebudayaan pada badan pengembangan sumber daya manusia pendidikan dan kebudayaan dan penjamin mutu pendidikan pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menggelar worksop SDM Kebudayaan.
Workshop yang berlangsung tiga hari dengan melibatkan 3.911 tenaga yang diambil dari setiap korwil yang ada di Indonesia ini, berlangsung di Hotel Aston Bogor.
Workshop dibuka oleh Gatot Ghautama, Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Gatot menuturkan, program yang akan terakses secara luas oleh masyarakat melalui sistim online ini, akan menggali semua budaya yang ada disetiap daerah.
“Untuk menghasilkan hasil sesuai rencana, kami lakukan workshop bagi 3.911 tenaga terpilih dari seluruh wilayah,”kata Gatot.

Program ini, selain menggali budaya untuk melestarikan pada generasi penerus, juga bertujuan sebagai wisata.
Pariwisata yang mengarah pada edukasi nantinya ini, diharapkan akan membuat setiap wisatawan semakin penasaran atas budaya dari daerah yang menjadi tujuan wisatanya.
“Jujur, program ini terinspirasi dari kemajuan budaya Jepang. Pemerintah di negara sakura ini bahkan memberi nomor registrasi bagi setiap senimannya. Indonesia kedepan, akan seperti itu. Kami butuh waktu 3 tahun untuk proses mulai dari webside hingga pendataan beragam budaya,”papar Gatot.
Shabri Aliaman, Kepala Pusat Pengembangan SDM Kebudayaan mengaku, para tenaga profesional yang mengikuti workshop ini, akan turun kelapangan, untuk menggali semua data tentang budaya didaerah yang menjadi tugas mereka.Pelaku budaya ini, akan menjadi maskot untuk penularan ilmu budaya ke generasi muda.
“Seperti di Indonesia Timur, ada budaya yang berkembang di tangan pemangku adat. Nah tugas dari tenaga profesional kami yakni, mencari siapa pemangku adat itu dan silsilahnya termasuk budaya apa yang dikembangkan dan perkembangan budaya itu disaat sekarang,”ungkap Shabri. (yopi)
Teks : Gatot Ghautama, Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

SUMBER :

OPINI SAYA:
saya setuju dengan ada nya program yang akan terakses secara luas oleh masyarakat melalui sistim online  yang isi nya akan menggali semua budaya yang ada disetiap daerah. karena dengan demikian seluruh budaya di indonesia akan terdata dan penerus bangsa dapat belajar mengenai budaya nya di masing" daerah. akan tetapi mengingat ada negara lain yang mengkalim budaya, saya harap program ini bisa lebih cepat berjalan dari waktu yang di tentukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar